Gak Nyangka, Ini Lho Obatnya KANKER

Jamu tradisional & obat herbal telah turun temurun digunakan untuk mengobati berbagai macam kondisi medis. Ada beberapa obat herbal tertentu yang dipercaya bisa membantu mencegah penyebaran sel kanker dalam tubuh hingga yang mengurangi efek samping kemoterapi. Meski demikian, bukti ilmiah tentang efektivitas obat herbal masih terbatas. Untuk itu, diskusikan dulu dengan dokter jika Anda berniat mengonsumsi salah satu obat kanker herbal di bawah ini selama menjalani pengobatan kanker.

Beragam jenis obat kanker herbal yang bisa digunakan selama pengobatan kanker

1. Echinacea

Echinacea adalah tanaman aromatik dari keluarga Asteraceae yang banyak terdapat diĀ  bagian timur Amerika Utara & Eropa. Obat kanker herbal ini punya 3 spesies umum: Echinacea purpura, Echinacea angustifolia, & Echinacea pallida. Echinacea purpura adalah spesies yang paling sering digunakan dalam penelitian & pengobatan. Echinacea juga disebut sebagai coneflower ungu, snakeroot Kansas, atau black Sampson. Studi hewan menunjukkan bahwa Echinacea purpurea bisa efektif dalam pengobatan kanker. Flavonoid yang terdapat dalam Echinacea dipercaya meningkatkan sistem kekebalan tubuh & melindungi tubuh dari efek samping radioterapi & kemoterapi. Echinacea bisa membantu memperpanjang tingkat harapan hidup pasien dalam kanker stadium lanjut.

2. Bawang putih

Bawang putih diga&g sebagai obat kanker herbal karena mengandung ajoene, zat pengikat sulfur yang bekerja memperlambat produksi sel-sel kanker. Sifat anti-kanker dari bawang putih juga sebagian besar berasal dari kadar sulfida organik & polisulfi&ya yang tinggi. Para ilmuwan percaya bahwa zat dalam bawang putih membunuh sel-sel kanker & mengganggu metabolismenya. Ekstrak dari bawang putih matang dapat mencegah dampak negatif dari karsinogen pada DNA, mendukung sistem kekebalan tubuh, membantu eliminasi karsinogen, & meningkatkan efektifitas enzim detoksifikasi. Bawang putih juga bermanfaat bagi penderita kanker usus besar, kanker lambung, kanker payudara, & kanker kandung kemih, karena herbal ini memperlambat penyebaran sel-sel kanker.

3. Kunyit

Kunyit kaya akan kurkumin, suatu antioksi& & zat anti-kanker, & dilaporkan efektif dalam menghambat perkembangan & perluasan kanker paru, kanker payudara, kanker kulit, & kanker lambung. Kurkumin mengubah produksi eicosanoid (prostaglandin E-2, misalnya) & melawan pera&gan. Penelitian mengungkapkan bahwa kurkumin dapat menghambat pertumbuhan kanker di setiap stadium, termasuk inisisasi, perkembangan, & perluasannya. Kunyi juga mengganggu produksi nitrosamin, yang berakibat pada peningkatan kadar antioksi& alami dalam tubuh.

4. Teh hijau

Polifenolik merupakan senyawa yang berperan penting di balik manfaat teh hijau sebagai obat kanker herbal. Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa teh hijau efektif dalam melawan tumor & mutasi genetik. Epigallocatechin (EGGG), suatu polifenol yang terdapat dalam teh hijau melindungi sel dari kerusakan DNA yang disebabkan oleh spesies oksigen yang reaktif. Studi hewan menunjukkan bahwa folifenol dalam teh hijau tidak hanya mencegah pembelahan diri sel kanker, tetapi juga menyebabkan kerusakan & membunuh sel-sel tumor. Efektivitas teh hijau melawan tumor juga diamati pada pasien kanker usus besar & lambung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *